Maulida, Rizka (2026) Analisis perbandingan metode FIFO dan Average terhadap laba kotor pada perusahaan sektor teknologi di BEI periode 2021-2024. Undergraduate thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
|
Text
2240600009.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (6MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji perbedaan metode penilaian persediaan yang digunakan oleh perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu metode First In First Out (FIFO) dan metode Average. Persediaan merupakan salah satu aset yang memiliki peranan penting dalam operasional perusahaan, terutama bagi perusahaan yang bergerak di sektor teknologi yang sangat bergantung pada ketersediaan komponen dan produk teknologi untuk menunjang kegiatan bisnisnya. Pemilihan metode penilaian persediaan merupakan salah satu kebijakan akuntansi yang secara langsung memengaruhi besaran Harga Pokok Penjualan (HPP) dan pada akhirnya berdampak pada laba kotor yang dilaporkan perusahaan. Metode FIFO mengasumsikan bahwa persediaan yang pertama kali masuk adalah yang pertama kali dijual, sehingga HPP dibebankan berdasarkan harga perolehan yang lebih lama, sedangkan metode Average menetapkan HPP berdasarkan rata-rata tertimbang dari seluruh unit persediaan yang tersedia. Perbedaan asumsi dasar kedua metode tersebut berpotensi menghasilkan nilai laba kotor yang berbeda meskipun kondisi operasional perusahaan relatif sama, sehingga dapat memengaruhi kualitas dan keterbandingan informasi laporan keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh investor maupun pemangku kepentingan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Gross Profit Margin yang signifikan antara perusahaan sektor teknologi yang menggunakan metode FIFO dengan yang menggunakan metode Average pada perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di BEI periode 2021-2024, sebagaimana dibuktikan melalui hasil uji Mann-Whitney U Test dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Fenomena ini menjadi perhatian penting mengingat harga komponen teknologi yang cenderung terus berubah seiring perkembangan industri, sehingga pilihan metode persediaan diperkirakan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kinerja keuangan yang dilaporkan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Supervisors: | Dr. Abdul Nasser Hasibuan, M.Si dan Sulaiman Efendi Siregar, M.E |
| Keywords: | Metode FIFO; Metode average; Laba kotor; Gross profit margin; Perusahaan teknologi; Bursa Efek Indonesia |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1402 Applied Economics > 140207 Financial Economics 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1501 Accounting, Auditing and Accountability > 150103 Financial Accounting 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1501 Accounting, Auditing and Accountability > 150113 Stock Exchange 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1504 Commercial Services > 150499 Commercial Services not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Akuntansi Syariah |
| Depositing User: | Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 01:43 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 01:43 |
| URI: | http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14433 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
