Hsb, Sakinah Azzahra (2026) Perspektif Masyarakat Mandailing terhadap larangan pernikahan di bulan zulkaidah di Desa Gunung Tua Tonga Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Masters thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
|
Text
2450300018.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
Abstract
Tradisi larangan perkawinan pada bulan Zulkaidah masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Mandailing di Desa Gunung Tua Tonga berdasarkan keyakinan turun-temurun yang menganggap bulan tersebut kurang baik untuk melangsungkan pernikahan. Namun dalam hukum Islam tidak terdapat ketentuan yang melarang perkawinan pada bulan tertentu, sehingga hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara praktik adat dan ketentuan syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang munculnya tradisi larangan pernikahan pada bulan Zulkaidah serta memahami perspektif masyarakat Mandailing terhadap tradisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan hukum Islam dan sosiologis-antropologis melalui studi kasus di Desa Gunung Tua Tonga. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, aparatur desa, pihak KUA, serta masyarakat setempat. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi larangan pernikahan pada bulan Zulkaidah dilatarbelakangi oleh kepercayaan dan nilai-nilai budaya yang telah terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat Mandailing. Tradisi tersebut dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus pedoman dalam menentukan waktu pelaksanaan pernikahan. Perspektif masyarakat terhadap tradisi ini menunjukkan adanya dinamika pemahaman. Sebagian masyarakat masih mempertahankannya sebagai bagian dari adat yang perlu dijaga, sedangkan sebagian lainnya memandangnya sebagai tradisi budaya yang tidak memiliki landasan normatif dalam ajaran Islam. Dalam perspektif hukum Islam, tradisi tersebut dapat dikategorikan sebagai ‘urf ṣaḥīḥ apabila dipahami sebagai kebiasaan yang tidak bertentangan dengan syariat. Namun, apabila diyakini memiliki pengaruh terhadap nasib dan perjalanan hidup seseorang, maka termasuk ‘urf fāsid karena bertentangan dengan prinsip tauhid.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL dan Dr. Uswatun Hasanah, M.Ag |
| Keywords: | Perspektif; Masyarakat Mandailing; Larangan pernikahan; Bulan zulkaidah; Desa Gunung Tua Tonga; Kecamatan Panyabungan; Kabupaten Mandailing Natal |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum) 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012828 Islamic Family Issues & Mediation/Arbitration 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition |
| Divisions: | Pascasarjana > Program Magister > S2 Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 08:18 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 08:18 |
| URI: | http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14328 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
