Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Konstruksi hubungan suami istri dalam bimbingan perkawinan: analisis perspektif mubadalah: studi Kantor Urusan Agama Kota Padangsidimpuan

Harahap, Nur Sa’adah (2026) Konstruksi hubungan suami istri dalam bimbingan perkawinan: analisis perspektif mubadalah: studi Kantor Urusan Agama Kota Padangsidimpuan. Masters thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

[img] Text
2450300011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang konstruksi hubungan suami istri dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Padangsidimpuan dengan menggunakan perspektif mubadalah sebagai alat analisis. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa dalam praktik bimbingan perkawinan masih ditemukan pola relasi yang cenderung menempatkan suami pada posisi dominan, sementara istri lebih sering diarahkan pada peran domestik serta kewajiban untuk menaati suami. Pola semacam ini menunjukkan bahwa relasi suami istri dalam bimbingan perkawinan belum sepenuhnya dibangun atas dasar kemitraan yang setara.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan di KUA Kota Padangsidimpuan. Dalam penelitian ini, teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann digunakan untuk memahami bagaimana pemahaman mengenai relasi suami istri dibentuk melalui materi, bahasa, dan praktik dalam bimbingan perkawinan. Adapun perspektif mubadalah digunakan untuk melihat sejauh mana relasi tersebut mencerminkan prinsip kesalingan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi hubungan suami istri dalam bimbingan perkawinan di KUA Kota Padangsidimpuan masih banyak dipengaruhi oleh pola normatif yang menempatkan suami sebagai pemimpin dan pemegang otoritas utama dalam keluarga. Di sisi lain, istri lebih banyak diposisikan sebagai pihak yang bertanggung jawab menjaga keharmonisan rumah tangga dan menunjukkan kepatuhan kepada suami. Meski demikian, beberapa materi bimbingan mulai memperlihatkan adanya penekanan pada pentingnya komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab bersama dalam keluarga. Jika dilihat melalui perspektif mubadalah, relasi yang dibangun dalam bimbingan perkawinan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip kesalingan karena hubungan suami istri masih cenderung dipahami secara hierarkis, bukan sebagai hubungan kemitraan yang setara.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisors: Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag dan Dr. Putra Halomoan Hsb, M.H
Keywords: Konstruksi sosial; Hubungan suami istri; Bimbingan perkawinan; Perspektif mubadalah; Kantor Urusan Agama; Kota Padangsidimpuan
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012826 Bimbingan & Penyuluhan Pernikahan (Marital Counselling)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012827 Islamic Court & Civil Procedure
Divisions: Pascasarjana > Program Magister > S2 Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja
Date Deposited: 11 Aug 2026 08:11
Last Modified: 11 Aug 2026 08:11
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14327

Actions (login required)

View Item View Item