Lubis, Naim (2026) Penerapan metode takrir dan imtihan dalam upaya penguatan hafalan al-Qur’an Santri Pondok Tahfidzul Qur’an Nuruts-Tsamarot Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Masters thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
|
Text
2450100007.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
Abstract
Al-Qur’an dijaga kemurniannya oleh Allah SWT, sedangkan manusia berkewajiban memeliharanya melalui tahfidz Al-Qur’an. Dalam pendidikan tahfidz, permasalahan yang sering muncul adalah ketidakseimbangan antara kuantitas dan stabilitas hafalan santri. Penelitian ini mengkaji penerapan metode takrir dan imtihan dalam penguatan hafalan Al-Qur’an, dampaknya terhadap peningkatan kuantitas dan stabilitas hafalan, serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya di Pondok Pesantren Tahfidz Nuruts-Tsamarot Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis dan jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian dilaksanakan di Pondok Tahfidzul Qur’an Nuruts-Tsamarot Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, pada tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian meliputi pimpinan pondok, guru tahfidz, dan santri yang mengikuti program tahfidz, sedangkan objek penelitian difokuskan pada penerapan metode takrir dan imtihan dalam penguatan hafalan Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode takrir dan imtihan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan melalui tahapan tahsin, hafalan bertahap, muraja’ah, takrir dan imtihan, serta evaluasi berkala. Metode takrir diterapkan dengan pengulangan ayat sebanyak 30–50 kali sebelum setoran hafalan, baik secara individu maupun kelompok, sedangkan metode imtihan digunakan sebagai evaluasi hafalan melalui ujian setoran, sambung ayat, dan pembacaan satu juz penuh untuk menilai kelancaran, tajwid, urutan ayat, dan kualitas hafalan santri. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa metode takrir dan imtihan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kuantitas dan stabilitas hafalan Al-Qur’an santri. Rata-rata hafalan santri meningkat dari 12,5 juz pada Februari 2024 menjadi 19,9 juz pada Februari 2025, dengan penurunan tingkat kesalahan bacaan dari ±6–8 menjadi ±2–3 kesalahan per setoran. Selain itu, muraja’ah yang sebelumnya dilakukan secara insidental berubah menjadi terjadwal setiap hari melalui sistem halaqah empat kali sehari. Keberhasilan penguatan hafalan dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung meliputi motivasi santri, dukungan orang tua, kedekatan guru, lingkungan religius, dan sistem pembinaan yang terstruktur. Adapun faktor penghambat meliputi rasa malas, kejenuhan, kesulitan mengingat ayat serupa, keterbatasan pembina tahfidz, dan lingkungan belajar yang kurang kondusif. Untuk mengatasinya, pondok menerapkan takrir terjadwal, pembinaan motivasional dan spiritual, pengelompokan santri berdasarkan kemampuan, imtihan berkala, serta pengondisian lingkungan belajar yang lebih kondusif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag dan Dr. Hamdan Hasibuan S.Pd.I., M.Pd |
| Keywords: | Metode takrir; Metode imtihan; Hafalan al-Qur’an; Santri; Pondok Tahfidzul Qur’an Nuruts-Tsamarot Panyabungan; Kabupaten Mandailing Natal |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130109 Pesantren (Islamic boarding school) 13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130309 Learning Sciences 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040301 Al-Quran, Tafsir and related science |
| Divisions: | Pascasarjana > Program Magister > S2 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 08:52 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 08:52 |
| URI: | http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14309 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
