Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Masa ihdad pada wanita karir : analisis pendapat wanita muslim di Kota Padangsidimpuan

Syaputra, Roy Neryadi (2025) Masa ihdad pada wanita karir : analisis pendapat wanita muslim di Kota Padangsidimpuan. Undergraduate thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

[img] Text
1910100017.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (3MB)

Abstract

Wanita karier yang tiap harinya sudah terbiasa keluar rumah dalam hal melakukan suatu pekerjaan. kemudian mereka dihadapkan pada permasalahan yaitu ditinggal mati oleh suaminya. maka wanita tersebut wajib melaksanakan iddah dan ihdad sesuai ketentuan syariat yaitu selama 4 bulan 10 hari atau kurang lebih 130 hari. Peneliti memilih lokasi wanita karier di Kota Padangsidimpuan karena banyaknya fenomena wanita yang tidak menaati ketentuan ihdad yang mungkin dikarenakan faktor pengetahuan yang awam mengenai larangan larangan dalam ihdad, faktor ekonomi dan faktor tuntutan tempat mereka bekerja. disamping itu, waktu tunggu yang begitu lama, menjadi alasan mereka untuk tidak menaati ketentuan ihdad. Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 jenis sumber data yakni; sumber data primer yaitu dengan turun langsung ke lapangan dengan ber wawancara pada informan terkait yakni wanita karier yang telah melaksanakan ihdad. Dan sumber data sekunder yakni sumber data yang tidak diperoleh secara langsung atau sebagai pendukung yang umumnya berbentuk peraturan perundang-undangan, buku-buku, skripsi, tesis, jurnal, maupun dokumen yang berkaitan atau relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Masa Ihdad adalah kewajiban yang diatur dalam agama Islam, yaitu masa berkabung selama 4 bulan 10 hari setelah suami meninggal. Mereka juga menyadari bahwa selama masa Ihdad, wanita tidak diperbolehkan menikah atau berdandan berlebihan. Namun, ada perbedaan dalam pemahaman tentang penerapan praktis masa Ihdad ini, terutama di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan wanita untuk tampil profesional dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beberapa wanita, memiliki pemahaman yang baik mengenai hukum Ihdad dan mencoba menjalankan kewajiban ini dengan cara yang fleksibel. Di sisi lain, terdapat wanita yang merasa kesulitan untuk sepenuhnya menjalani masa Ihdad karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka tampil menarik dan melayani pelanggan, meskipun mereka berusaha untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan agama. Para wanita karir mengharapkan adanya kelonggaran atau keringanan, baik dalam hal libur berkabung maupun penampilan, agar dapat menjalankan masa Ihdad tanpa mengorbankan kebutuhan ekonomi keluarga. Pekerjaan yang menuntut penampilan menarik, seperti sebagai sales motor, lebih sulit untuk menyesuaikan diri dengan masa Ihdad yang mengharuskan penampilan sederhana. Sebaliknya, pekerjaan yang tidak terlalu menekankan pada penampilan fisik, seperti di sektor kesehatan, cenderung lebih toleran dan memungkinkan penyesuaian terhadap masa Ihdad.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag. dan Dr. Adi Syaputra Sirait, M.HI.
Keywords: Ihdad; Wanita karir; Wanita muslim; Kota Padangsidimpuan
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012810 'Iddah (Waiting Period)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam/Ahwal Syakhsyiah
Depositing User: Mr. Muhammad Ihsan Ritonga
Date Deposited: 09 Jun 2026 05:16
Last Modified: 09 Jun 2026 05:16
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14118

Actions (login required)

View Item View Item