Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Cerai gugat pada masa pandemi covid-19 (studi kasus di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal)

Chaerunnisa, Chaerunnisa (2021) Cerai gugat pada masa pandemi covid-19 (studi kasus di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal). Undergraduate thesis, IAIN Padangsidimpuan.

[img] Text
1710100008.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (3MB)

Abstract

Cerai Gugat dan Khulu’ dalam Hukum Keluarga Islam, jika seorang istri berkeinginan melepaskan diri dari ikatan perkawinan dengan suaminya karena suatu sebab yang bukan kesalahan suami, maka suami berhak memperoleh khulu’ dari istrinya. Di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal dimulai dari akhir tahun setelah kedatangan wabah virus corona sampai sekarang, terjadi peningkatan perceraian setiap bulannya, yang terjadi karena faktor-faktor penyebab tertentu yang mengakibatkan terjadi nya peningkatan perceraian di masa pandemi ini. Di masa pandemi ini bermacam permasalahan rumah tangga yang mengakibatkan terjadinya tingkat perceraian seperti faktor ekonomi sehinga terjadinya kekerasan di dalam rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat cerai gugat pada masa pandemic covid-19 dan apa faktor penyebab terjadinya cerai gugat. Penelitian yang digunakan jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yaitu sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, yaitu dengan mengumpulkan fenomena yang terjadi. Teknik pengecekan data menggunakan triagulasi. Adapun kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah bahwasanya perceraian di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal cukup tinggi, terlihat bahwa pada tahun 2019 ada 467 perkara perceraian di Pengadilan Agama Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sedangkan tahun 2020 saat terjadinya pandemic ada 751 perkara dan tahun 2021 sampai bulan agustus ada 325 perkara, dalam arti bahwasanya tingkat perceraian tidak begitu jauh bedanya saat terjadinya pandemic, walaupun prosedur yang berbeda dari sebelumnya dan juga proses persidangannya juga berbeda, hal ini tidaklah menutup kemungkinan masyarakat yang ingin melakukan perceraian, yang mana dari hasil table rincian perkara yang masuk pada saat pandemic perceraian banyak diajukan oleh istri yang disebut (cerai gugat). Faktor atau alasan ppara pihak yang mangajukan perkara perceraian, ada beberapa faktor, yang paling dominan adalah faktor karena terjadinya perselisihan terus-menerus, faktor ekonomi, da nada juga beberapa faktor anatara lain seperti, gangguan pihak ketiga, meninggalkan salah satu pihak, KDRT,dan faktor karena terlibat hukum, dari semua faktor ini semua berawal dari kurangnya kebutuhan perekonomian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag. dan Nurhotia Harahap, M.H.
Keywords: Keluarga; Cerai gugat; Covid-19
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq & Khulu' (Divorce)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam/Ahwal Syakhsyiah
Depositing User: Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja
Date Deposited: 24 Jun 2022 09:41
Last Modified: 25 Nov 2022 09:45
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/7870

Actions (login required)

View Item View Item