Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Hukum bepergian ibadah haji bagi wanita tanpa ditemani mahramnya (studi komparasi pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i)

Sari, Indah Purnama (2012) Hukum bepergian ibadah haji bagi wanita tanpa ditemani mahramnya (studi komparasi pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i). Undergraduate thesis, IAIN Padangsidimpuan.

[img] Text
07 210 0010.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Hukum bepergian Ibadah Haji bagi Wanita Tanpa ditemani Mahramnya (Studi Komparasi Pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i)”. Sebagaimana penelitian ini kwalitatif berbentuk studi kepustakaan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hukum bepergian ibadah haji bagi seorang wanita tanpa ditemani mahramnya menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i. Judul di atas menarik untuk diteliti mengingat adanya perbedaan antara Imam Abu Hanifah dan Imam syafi’i.Menurut Imam Abu Hanifah berpendapat syarat wajib haji bagi wanita adalah didampingi suami atau mahramnya. Jika tidak ada salah satunya maka ia tidak wajib haji.. Sedangkan menurut Imam Syafi’i menjelaskan haji tidak wajib bagi seorang wanita, kecuali jika ia merasa aman terhadap dirinya, baik dengan suami atau mahram yang masih ada pertalian nasab, atau orang diluar nasab atau para wanita yang bisa dipercaya. Berdasarkan hal tersebut yang menjadi rumusan masalah adalah mengenai perbedaan pendapat tentang bagaimana hukum bepergian ibadah haji bagi seorang wanita tanpa ditemani mahramnya menurut ImamAbu Hanifah dan Imam Syafi’i. Untuk memperoleh data, penulis melakukan penelitian dalam bentuk studi kepustakaan, (Library Reseacrh) dan juga dengan cara membaca, memahami dan menelaah literatur yang berkaitan dengan pembahasan skripsi ini serta mengumpulkan data dan bahan-bahan, kemudian diuji validitasnya dengan caramembandingkan data yang sama dari satu literatur-literatur yang lain dan mengambil suatu kesimpulan pendapat mana yang lebih baik dipergunakan pada saat sekarang ini. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Imam Abu Hanifah berpendapat Wajib bagi wanita melaksanakan ibadah haji jika didampingi suami atau mahramnya. Jika dia tidak mempunyai suami atau mahram maka dia tidak wajib haji, karena mahram merupakan salah satu syarat untuk mengerjakan ibadah haji. Sedangkan Imam Syafi’i menyatakan bahwa haji tidak wajib haji bagi wanita, kecuali jika mempunyai suami atau mahram untuk naik haji untuk mendampinginya selama aman dalam perjalanan , maka wanita yang tidak mempunyai suami atau mahram tersebut wajib melaksanakan haji. Dari analisa penulis lebih tertarik pada al- Qur’an menjelaskann ditujukan kepada manusia secara umum mencakup laki-laki dan perempuan, tanpa perbedaan. Jika seseorang mempunyai bekal dan kenderaan maka ia di anggap mampu. Jika seorang wanita bersama para wanita yang bisa dipercaya maka ia wajib melaksanakan ibadah haji.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Dr. H. Sumper Mulia Harahap, M.Ag dan Mudzakkir Khotib Siregar, M.A
Keywords: Ibadah Haji; Imam Abu Hanifah; Imam Syafi’i
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040304 Fiqh, Ushul Fiqh, Islamic Jurisprudence, and related science
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam/Ahwal Syakhsyiah
Depositing User: Ms Darmayanti Simamora
Date Deposited: 15 Sep 2020 04:52
Last Modified: 15 Sep 2020 04:52
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/4991

Actions (login required)

View Item View Item