Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Pelaksanaan perceraian menurut kompilasi hukum Islam pasal 115 Kecamatan Angkola Barat

Silalahi, Dewi Sartika (2015) Pelaksanaan perceraian menurut kompilasi hukum Islam pasal 115 Kecamatan Angkola Barat. Undergraduate thesis, IAIN Padangsidimpuan.

[img] Text
11 210 0008.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB)

Abstract

Tentang pelaksanaan perceraian di bawah tangan menjadikan permasalahan ini sangat menarik untuk diteliti/dikaji, karena hal tersebut tidak sesuai dengan kompilasi hukum Islam pasal 115. Inilah yang menjadi permaslahan dalam skripsiini. Skripsi ini bertujuan (1) Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan perceraian di kec. Angkola Barat.(2) Untuk mengetahui apa-apa yang menghalangi perceraian di kec Angkola Barat menurut KHI pasal 115. Penelitian ini adalah Penelitian kualitatif adalah dilakukan dengan cara melakukan telaah terhadap kasus-kasus adapun informan penelitian ini Kepala Desa, alim Ulama, Tokoh masyarakat yang sebenarnya yang mengetahui pelaksanaan sehingga Bila ditinjau dari sifat penelitian ini, dapat digolongkan kepada research deskriptif yang bersifat (mengembangkan), karena bobot dan validitas keilmuan yang akan dicapai dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Pelaksanaan Perceraian menurut Kompilasi Hukum Islam pasal 115 Proses pelaksanaan perceraian di bawah tangan di masyarakat Kecamatan Angkola Barat umumnya terlebih dahulu di lakukanperdamaian di hadapan keluarga dan perangkat desa (Hatobangon). Jika perdamaian yang diupayakan tidak berhasil maka Hatobangon membimbing suami untuk menjatuhkan talak kepada istrinya dengan disaksikan keluarga dan perangkat desa. Dalam proses perceraian itu tidak dibicarakan masalah akibat perceraian itu termasuk Iddah isteri yang diceraikan kemudian hak asuh anak sebagian besar di serahkan kepada ibunya dan neneknya. Dan suami memberi nafkah tetapi sebagiannya suami tidak memberi nafkah. Penyebab terjadinya perceraian di bawah tangan yang terjadi pada masyarakat Kecamatan Angkola Barat faktor dominan yang mempengaruhi penyebab perceraian dilakukan di luar pengadilan adalah pertama, karena factor adat istiadat berasal dari masyarakat itu sendiri, Kecamatan Angkola Barat sebagian masih kental dengan adat tentang perceraian di bawah tangan., kedua, masalah ekonomi dalam biaya sidang karena dilihat dari mata pencaharian informan kebanyakan petani, pasangan Andi dan Fatimah kerana alas an perceraian itu disebabkan suami yang tidak memberi nafkah terhadap isterinya, maka itu menjadi alsan perceraian di bawah tangan tidak membawa perceraian itu kePengadilan Agama. ketiga, masalah kehormatan keluarga menuru pasangan Andi dan Fatimah bahwasanya perceraian di depan sidang Pengadilan Agama.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Dr. Zul Anwar Ajim Harahap, M.A dan Habibi, SH, M.Hum
Keywords: Perceraian; Kompilasi Hukum Islam Pasal 115
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq & Khulu' (Divorce)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam/Ahwal Syakhsyiah
Depositing User: Ms Darmayanti Simamora
Date Deposited: 15 Jul 2020 07:53
Last Modified: 15 Jul 2020 07:53
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/3484

Actions (login required)

View Item View Item