Siregar, Tukmaida (2026) Sikap wara’ dalam menuntut ilmu menurut Imam Al-Ghazali dan Imam Az-Zarnuji serta relevansinya dengan sikap peserta didik generasi z. Masters thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
|
Text
2350100008.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
Abstract
Fenomena menurunnya kualitas adab, menguatnya orientasi pragmatis dalam pendidikan, serta tantangan era digital yang ditandai oleh melimpahnya informasi dan penggunaan teknologi yang kurang terkontrol mengindikasikan adanya perubahan orientasi belajar peserta didik, khususnya Generasi Z. Situasi ini memunculkan kekhawatiran terhadap semakin melemahnya dimensi etika dan spiritual dalam proses pencarian ilmu. Oleh karena itu, diperlukan suatu landasan nilai yang mampu mengarahkan aktivitas belajar agar tetap berada dalam koridor moral dan religius, salah satunya melalui internalisasi sikap wara’ dalam tradisi pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep wara’ dalam menuntut ilmu menurut Imam Al-Ghazali dan Imam Az-Zarnuji, serta menelaah relevansinya terhadap sikap peserta didik Generasi Z dalam konteks pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari karya Ihya’ ‘Ulum al-Din dan Ta‘lim al-Muta‘allim, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Al-Ghazali memaknai wara’ sebagai sikap kehati-hatian batin yang berorientasi pada penyucian jiwa (tazkiyat an-nafs) serta kemurnian niat dalam menuntut ilmu. Sementara itu, Imam Az-Zarnuji memandang wara’ sebagai sikap praktis yang terwujud dalam adab, kedisiplinan perilaku, serta pengendalian diri selama proses pembelajaran. Keduanya memiliki kesamaan dalam menempatkan wara’ sebagai fondasi etis dalam menuntut ilmu, meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan, di mana Al-Ghazali lebih menekankan dimensi filosofis-spiritual, sedangkan Az-Zarnuji lebih menitikberatkan pada aspek pedagogis-aplikatif. Relevansi konsep wara’ terhadap peserta didik Generasi Z terletak pada perannya sebagai pengendali etis dalam pemanfaatan ilmu dan teknologi. Implementasi nilai wara’ dalam pembelajaran formal dapat dilakukan melalui penanaman niat yang benar, penguatan etika akademik, serta penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, integrasi nilai wara’ dalam pendidikan diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia serta kesadaran spiritual yang mendalam.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL dan Dr. Fauziah Nasution, M.Ag |
| Keywords: | Sikap wara’; Menuntut ilmu; Imam Al-Ghazali; Imam Az-Zarnuji; Sikap; Peserta didik; Generasi z |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130211 Religion Curriculum and Pedagogy 13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130309 Learning Sciences 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Pascasarjana > Program Magister > S2 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 07:22 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 07:22 |
| URI: | http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14339 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
