Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Peran hatobangon dalam memediasi konflik perceraian di Desa Aek Nabara Kecamatan Batang Natal

Padli, Zul (2025) Peran hatobangon dalam memediasi konflik perceraian di Desa Aek Nabara Kecamatan Batang Natal. Undergraduate thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

[img] Text
2110100019.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Hatobangon sebagai kelompok tua yang dituakan, dihormati, dan sesepuh adat dalam masyarakat Mandailing, khususnya dalam upaya menyelesaikan masalah dan mencegah perceraian di Desa Aek Nabara, Kecamatan Batang Natal. Hatobangon dikenal sebagai tokoh sentral yang perkataannya harus didengar dan berfungsi sebagai penasihat dalam permufakatan serta tempat bersandarnya anggota masyarakat untuk menyelesaikan masalah, termasuk yang berkaitan dengan perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran Hatobangon dalam memediasi konflik perceraian dan bagaimana pandangan Hukum Islam terhadap peran mediasi tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) atau studi kasus (case study) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di Desa Aek Nabara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Hatobangon, Kepala Desa, Tokoh Agama, dan pasangan yang berkonflik, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hatobangon di Desa Aek Nabara secara aktif menjalankan peran ganda sebagai mediator dan penasihat adat. Strategi mediasi yang diterapkan bersifat sistematis dan sarat kearifan lokal, meliputi menghimpun informasi awal dari masing-masing pihak (suami dan istri), mengkonfirmasi pokok masalah dalam pertemuan bersama, memberikan nasihat moral dan spiritual mengenai kerugian (mudharat) perceraian, dan melakukan perdamaian yang melibatkan keluarga besar (musyawarah) untuk memperkuat komitmen pernikahan. Hatobangon berhasil mencegah perceraian pada 6 kasus konflik rumah tangga, terutama yang dipicu oleh masalah eksternal seperti ekonomi dan komunikasi. Namun, peran mediasi ini memiliki keterbatasan dan gagal dalam 5 kasus yang berlanjut ke pengadilan, terutama jika konflik sudah fundamental dan merusak kepercayaan (misalnya perselingkuhan atau KDRT) atau jika salah satu pihak memiliki keputusan cerai yang final. Secara teoretis, peran mediasi Hatobangon dalam menyelesaikan sengketa perceraian dinilai selaras dengan pandangan Hukum Islam, khususnya konsep hakam (juru damai) yang dianjurkan dalam Al-Qur'an (QS. An-Nisa’: 35), selama upaya perdamaian dan nasihat moralnya mengarah pada terwujudnya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Dr. Ahmatnijar, M.Ag dan Dr. Habibi, S.H., M.Hum
Keywords: Peran; Hatobangon; Konflik perceraian; Desa Aek Nabara; Kecamatan Batang Natal
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq & Khulu' (Divorce)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012826 Bimbingan & Penyuluhan Pernikahan (Marital Counselling)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam/Ahwal Syakhsyiah
Depositing User: Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja
Date Deposited: 30 Jun 2026 07:39
Last Modified: 30 Jun 2026 07:39
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14193

Actions (login required)

View Item View Item