Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Larangan memilih pasangan hidup musyrik menurut QS. Al-Baqarah ayat 221: kajian materi PAI SMA perspektif Tafsir Al-Azhar dan Al-Misbah

Tamba, Nita Delila (2026) Larangan memilih pasangan hidup musyrik menurut QS. Al-Baqarah ayat 221: kajian materi PAI SMA perspektif Tafsir Al-Azhar dan Al-Misbah. Undergraduate thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

[img] Text
2220100118.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemilihan pasangan hidup dalam Islam yang tidak hanya berorientasi pada aspek biologis dan sosial, tetapi juga pada aspek akidah sebagai fondasi utama dalam keluarga. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana penafsiran QS. al-Baqarah 221 mengenai larangan menikahi orang musyrik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Pendekatan penelitian menggunakan studi komparatif antara dua tafsir besar di Indonesia yaitu, tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dan tafsir Al-Misbah karya M.Quraish Shihab. Data primer bersumber dari kedua tafsir tersebut, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menekankan bahwa larangan memilih pasangan musyrik didasarkan pada perlindungan akidah dan ketauhidan, di mana pernikahan dipandang sebagai ikatan ideologi, orang musyrik dilarang dinikahi karena membawa dampak ajakan ke neraka baik di akhirat maupun kekacauan di dunia. Tafsir Al-Misbah, M. Quraish Shihab lebih menekankan sosiologis, kebahasaan, dan harmonisasi keluarga demi tercapainya keluarga sakinah, serta memberikan batasan bahwa istilah musyrik dalam ayat ini secara spesifik merujuk pada penyembah berhala. Persamaanya, kedua mufasir sepakat bahwa keimanan merupakan syarat mutlak dan kriteria utama dalam memilih pasangan. Perbedaannya terletak pada basis argumentasi, dimana Hamka menitikberatkan pada proteksi tauhd, sementara Qurasih Shihab menitikberatkan pada stabilitas sosial dan keluarga.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Dr. Abdusima Nasution, M.A dan Muhammad Nuddin, M.Pd
Keywords: Musyrik; Pasangan hidup; Tafsir Al-Azhar; Tafsir Al-Misbah
Subjects: 13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130211 Religion Curriculum and Pedagogy
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012820 Nikah Beda Agama (Inter-Religious Marriage)
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040301 Al-Quran, Tafsir and related science
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja
Date Deposited: 30 Jun 2026 04:25
Last Modified: 30 Jun 2026 04:25
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14188

Actions (login required)

View Item View Item