Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Kedudukan anak luar nikah dalam perspektif maslahah mursalah: analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No.46 Tahun 2010 tentang anak luar nikah

Hasibuan, Sumardan (2025) Kedudukan anak luar nikah dalam perspektif maslahah mursalah: analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No.46 Tahun 2010 tentang anak luar nikah. Masters thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

[img] Text
2350300022.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB)

Abstract

Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi telah menimbulkan persoalan baru dalam sistem hukum, termasuk mengenai kedudukan anak luar nikah. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 hadir sebagai respons terhadap keterbatasan makna hubungan keperdataan anak luar nikah yang sebelumnya hanya dikaitkan dengan ibunya, sebagaimana diatur dalam Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Tesis ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara keduanya, serta menggali bentuk perlindungan dan kemaslahatan yang ditawarkan dalam sudut pandang hukum positif dan hukum Islam.Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dan dianalisis secara tahlili serta muqāranah guna menemukan titik temu antara hukum positif dan maqashid syari’ah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan MK memberikan kemaslahatan besar bagi perlindungan anak luar nikah melalui pengakuan hubungan perdata dengan ayah biologis apabila dapat dibuktikan secara ilmiah, seperti dengan tes DNA. Hal ini membuka akses terhadap hak nafkah, pendidikan, dan warisan sebagai bentuk keadilan sosial. Sementara itu, Undang-Undang Perkawinan, khususnya Pasal 43 ayat (1), tetap mempertahankan ketentuan bahwa anak luar nikah hanya memiliki hubungan perdata dengan ibunya, yang dinilai lebih sejalan dengan nash-nash agama dan menjaga maqashid syari’ah, terutama dalam hal perlindungan nasab, pencegahan zina, dan menjaga stabilitas sosial. Kedua regulasi ini, jika ditimbang dengan teori Maslahah Mursalah, menyajikan kemaslahatan masing-masing dalam konteks yang berbeda: Putusan MK menekankan keadilan sosial, sementara Undang-Undang Perkawinan menjaga kemurnian norma syar’i. Sinergi keduanya menjadi penting dalam pembaruan hukum keluarga Islam di Indonesia.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisors: Dr. Muhammad Arsad Nasution, M.Ag dan Dr. Putra Halomoan Hsb, M.H
Keywords: Anak luar nikah; Maslahah mursalah; Putusan Mahkamah Konstitusi No.46 Tahun 2010
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012828 Islamic Family Issues & Mediation/Arbitration
Divisions: Pascasarjana > Program Magister > S2 Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja
Date Deposited: 12 Jun 2026 13:09
Last Modified: 12 Jun 2026 13:09
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/14156

Actions (login required)

View Item View Item