Daulay, Dinda Asrona Warni (2025) Analisis pelaksanaan perkawinan kembali bagi pasangan yang bercerai di luar Pengadilan Agama: studi kasus di Desa Tatengger Kecamatan Angkola Muara Tais. Masters thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
|
Text
2350300017.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
Abstract
Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah Pelaksanaan Perkembali Bagi Pasangan Yang Bercerai di Luar Pengadilan Agama; kasus ini bermula ketika suami menjatuhkan talak terhadap isteri langsung sekaligus menyebutkan kutalak kau dengan talak sada, dua dan tolu posisi suami dalam keadaan marah. Hingga pasangan suami isteri tersebut tidak bersama kurang lebih satu tahun lima bulan. Oleh karena itu, masyarakat Desa Tatengger menganggap mereka pisah atau cerai secara adat, sehingga dalam fikih masyarakat di Desa Tatenger jikau ingin rujuk maka harus nikah kembali. Sehingga dalam bentuk pelaksaannya sangan bertolak belakang dengan Undang-Undang No 1 Tahun 1974 bahwa perceraian itu harus dilaksanakan didepan Pengadilan Agama, dengan tujuan agar memperoleh kekuatan hukum yang sah dan dampak dari perceraian itu sendiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang bersifat yuridis empiris yaitu dengan mengkaji hukum dalam penerapan dan imlementasinya di masyarakat, yaitu penelitian yang melibatkan wawancara, observasi serta studi kasus yang bertujuan untuk mengungkapkan praktik pelaksanaan perkawinan kembali dan faktor atau penyebab dilakukannya perkawinan kembali bagi pasangan yang bercerai di luar Pengadilan di Desa Tatengger Kecamatan Angkola Muara Tais. Adapun hasil penelitian ini ialah dalam praktik pelaksanaan perkawinan kembali yang terjadi di Desa Tatengger Kecamatan Angkola Muara Tais, Analisi hukum Islam mengenai pelaksaan perkawinan kembali yang dilaksanakan di Desa Tatengger Kecamatan Angkola Muara Tais yaitu mengenai pasal 115 KHI yang berbunyi:” Perceraian hanya terjadi didepan Pengadilan Agama tersebut setelah berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak, yaitu melalui mediasi oleh mediator yang ditunjuk Pengadilan Agama”. Dalam hukum positif cerai diakui ketika diahadapan Pengadilan Agama. Namun, Pelaksanaan Perkawinan Kembali yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tatenger berdasarkan fikih masyarakat yang dianut jika ditinjau dengan ihtiyat serta memperkuat kembali hubungan suami isteri dengan tujuan i’tikad yang baik dari pasangan suami isteri itu sendiri untuk mempertahankan kembali rumah tangga yang sempat pisah. Hal ini, merupakan alternatif atau fikih masyarakat yang dianut warga Desa Tatengger Kecamatan Angkola Muara Tais sebagai upaya tajammul perkawinan disebabkan karena tidak ada pemahaman dari kedua pasangan tentang mengenai penghitungan jumlah talak yang diuapkan suami terhadap isteri.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Supervisors: | Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL dan Dr. Uswatun Hasanah, S.H., M.Ag |
| Keywords: | Perkawinan kembali; Pasangan yang bercerai; Pengadilan Agama; Desa Tatengger; Kecamatan Angkola Muara Tais |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum) 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq & Khulu' (Divorce) 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012827 Islamic Court & Civil Procedure |
| Divisions: | Pascasarjana > Program Magister > S2 Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 03:58 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 03:58 |
| URI: | http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/13800 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
