Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Penerapan strategi akomodasi komunikasi dalam interaksi antar budaya suku melayu dan suku jawa di Desa Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau

Thoyyibah, Himayatu (2025) Penerapan strategi akomodasi komunikasi dalam interaksi antar budaya suku melayu dan suku jawa di Desa Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Undergraduate thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

[img] Text
2130100008.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh interaksi antarbudaya suku Melayu dan suku Jawa di Desa Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau yang sering terhambat akibat perbedaan bahasa dan gaya komunikasi, yang menyebabkan kesalahpahaman dan hubungan sosial kurang harmonis. Oleh karena itu, strategi akomodasi komunikasi diperlukan untuk meningkatkan interaksi antarbudaya di antara kedua suku tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan lapangan action research. Penelitian ini melalui dua siklus yang masing-masing terdiri dari empat pertemuan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat dari kedua suku. Adapun teori yang digunakan adalah teori Akomodasi Komunikasi Communication Accommodation Theory oleh Howard Giles digunakan sebagai landasan untuk melihat proses konvergensi dan divergensi dalam interaksi antarbudaya yang terjadi di masyarakat. Kemudian informan dalam penelitian ini adalah masyarakat suku Melayu dan masyarakat suku Jawa, masyarakat nikah campuran, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan aparat desa. Adapun teknik pengumpulan data yaitu adalah observasi partisipan dan wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika utama dalam interaksi antar suku Melayu dan suku Jawa adalah perbedaan bahasa dan gaya bicara yang mengakibatkan kesalahpahaman, ketidaknyamanan, serta kurangnya keakraban dalam membangun hubungan sosial. Suku Melayu sering dianggap terlalu blak-blakan oleh suku Jawa, sedangkan suku Melayu menganggap suku Jawa cenderung pendiam dan sulit diajak berinteraksi. Selain itu, perbedaan kebiasaan budaya juga menjadi faktor penghambat komunikasi, melalui penerapan strategi akomodasi komunikas yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa siklus I pertemuan I tidak menghasilkan perubahan yaitu 0%, kemudian pada siklus I pertemuan II dalam menerapkan strategi konvergensi yang bisa 3 orang dengan keberhasilan 30%, menerapkan divergensi yang bisa 2 orang dengan keberhasilan 20%, dan menghindari over akomodasi yang bisa 1 orang dengan keberhasilan 10% sedangkan siklus II pertemuan II dalam penerapan konvergensi 8 orang dengan keberhasilan 80%, menerapkan divergensi 6 orang dengan keberhasilan 60%, dan menghindari over akomodasi 7 orang dengan keberhasilan 70%. Dengan adanya penerapan strategi akomodasi komunikasi terbukti mampu meningkatkan efektivitas interaksi antarbudaya, memperbaiki hubungan sosial, serta mengurangi kesalahpahaman di antara kedua suku tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman antarbudaya dan kemampuan mengakomodasi gaya komunikasi dalam menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat multikultural.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Ali Amran S.Ag. M.S.I dan Nurfitriani M. Siregar, M.Kom
Keywords: Interaksi antarbudaya, Suku Melayu, Suku Jawa, Strategi akomodasi komunikasi
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200209 Multicultural, Intercultural and Cross-cultural Studies
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam
Depositing User: Mr. Rita Fitri Tinambunan
Date Deposited: 31 Mar 2026 08:41
Last Modified: 31 Mar 2026 08:41
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/13741

Actions (login required)

View Item View Item