Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Penyelesaian sengketa waris secara non-litigasi pada masyarakat kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan

Tanjung, Asma Fitriani (2025) Penyelesaian sengketa waris secara non-litigasi pada masyarakat kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Undergraduate thesis, UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN.

[img] Text
2110100011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (2MB)

Abstract

Penyelesaian sengketa waris merupakan persoalan krusial di masyarakat Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan yang masih kuat memegang adat istiadat. Konflik sering muncul karena ketidaksesuaian penerapan antara hukum adat, hukum Islam, dan hukum perdata yang berlaku di masyarakat. Masyarakat cenderung menghindari jalur litigasi karena prosesnya yang panjang, biaya yang tinggi, dan potensi menimbulkan konflik berkepanjangan yang dapat merusak hubungan kekeluargaan. Oleh karena itu, metode penyelesaian sengketa waris secara non-litigasi melalui musyawarah adat dan mediasi menjadi pilihan utama. Metode ini dianggap lebih efisien, hemat biaya, serta mampu menjaga keharmonisan dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Teori penelitian ini mengacu pada ketiga sistem hukum yang berperan dalam penyelesaian sengketa waris, yaitu hukum adat, hukum Islam, dan hukum perdata. Hukum adat mengatur norma dan praktik kewarisan yang berlaku dalam masyarakat setempat, sementara hukurn Islam menetapkan pembagian warisan berdasarkan syariat. Hukum perdata memberikan kerangka hukum formal terkait kepemilikan dan pembagian harta warisan. Selain itu, teori penyelesaian sengketa non-litigasi, seperti mediasi dan musyawarah, menjadi dasar konsep penyelesaian damai yang sesuai dengan budaya masyarakat Batang Angkola. Penelitian ini difokuskan pada tiga desa dan total 17 desa di Kecamatan Batang Angkola sebagai sampel, dengan pertimbangan karakteristik sosial budaya yang representatif. Fokus utama adalah menggali aspek budaya dan norma adat yang mempengaruhi model pcnyelesaian sengketa waris secara non-litigasi. Pendekatan studi kasus kualitatif dipilih untuk memungkinkan pemahaman mendalam terhadap praktik budaya dan dinamika sosial yang terjadi di desa-desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa waris di Kecamatan Batang Angkola mayoritas dilakukan secara non-litigasi melalui musyawarah adat dan mediasi yang difasilitasi oleh tokoh adat. Mekanisme ini dinilai efektif dalam menjaga keharmonisan keluarga dan menghemat biaya serta waktu, namun memiliki kelemahan berupa kurangnya kepastian hukum dan potensi ketidakadilan terutama terhadap perempuan yang terdampak oleh norma patriarki. Selain itu. ditemukan adanya tumpang tindih antara aturan hukum Islam, hukum adat dan hukum formal yang mempengaruhi proses penyelesaian. Penelitian mi monegaskan perlunya pcnguatan peran mediator, sosialisasi hak waris, serta dukungan legal formal agar penyelesaian sengketa waris dapat lebih adil dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Dr. Nur Azizah, M.A dan Puji Kurniawan, MA.Hk
Keywords: Penyelesaian sengketa waris, Non-Litigasi, Batang Angkola. Tapanuli Selatan
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam/Ahwal Syakhsyiah
Depositing User: Mr. Rita Fitri Tinambunan
Date Deposited: 18 Feb 2026 03:28
Last Modified: 18 Feb 2026 03:28
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/13503

Actions (login required)

View Item View Item