Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Penerapan sanksi adat terhadap tindak pidana pencurian buah kelapa sawit di Desa Marlaung ditinjau dari prespektif hukum pidana islam

Hasibuan, Ismail (2025) Penerapan sanksi adat terhadap tindak pidana pencurian buah kelapa sawit di Desa Marlaung ditinjau dari prespektif hukum pidana islam. Undergraduate thesis, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.

[img] Text
2010700012.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pemberian sanksi hukum terhadap tindak pidana pencurian buah kelapa sawit di desa Marlaung, Meskipun penyelesaian tindak pidana ini sudah di atur dalam KUHP yakni pada pasal 363 KUHP, akan tetapi adat masyarakat di desa marlaung kecamatan ujung batu lebih menggunakan hukum adat dalam pelaksanaan sanksi terhadap kasus pencurian buah kelapa sawit di desa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan sanksi adat yang diberikan terhadap pencuri Buah Kelapa Sawit di Desa Marlaung Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Padang Lawas Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pendekatan Hukum pidana islam. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan sanksi adat di Desa Marlaung memiliki ketentuan penetapan saknsi pencurian buah kelapa sawit haruslah mencapai 500 kilo gram, maka akan dikenakan sanksi adat berupa mengembalikan barang atau uang sejumlah dengan yang dicuri lalu akan diusir dari kampung, dan apabila hasil curian tersebut kurang dari 500 kilo gram maka pelaku pencurian akan dikenakan sanksi berupa meminta maaf dan mengembalikan hasil curian serta berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut dan apabila pelaku ketahuan melakukan pencurian untuk kedua kalinya maka akan diusir dari kampung. Dalam hukum Islam ketentuan ini merupakan Ta’zir bagi pelaku pencurian dan secara prinsip tidak menyalahi syariat islam. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ketentuan adat di Desa Marlaung dalam kasus pencurian buah kelapa sawit tidak menyalahi dan tidak melanggar aturan dalam ketentuan hukum Islam. Integral antara hukum adat dan hukum pidana Islam dalam menangani kasus pencurian buah kelapa sawit dapat memperkuat sistem keadilan sosial yang ada di masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisors: Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, M.A dan Ahmad Soleh Hasibuan, M.H
Keywords: Sanksi adat; Pidana; Pencurian; Kelapa sawit; Desa Marlaung; Hukum pidana islam
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society
16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1602 Criminology
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Ms Fatimah Adzahro Ramadani Gaja
Date Deposited: 30 Dec 2025 04:08
Last Modified: 30 Dec 2025 04:08
URI: http://etd.uinsyahada.ac.id/id/eprint/13266

Actions (login required)

View Item View Item